Main content

Kertas Posisi

Strategic Partnership Green and Inclusive Energy (SP-Energy) Indonesia merupakan kemitraan antara empat organisasi, yaitu Hivos, Institute for Essential Services Reform (IESR), Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Kemitraan ini memiliki pandangan bahwa pengembangan akses energi di Indonesia haruslah berasal dari sumber energi yang bersih dan terbarukan, serta inklusif yang mana seluruh masyarakat Indonesia dapat mengakses layanan energi yang selalu tersedia dan terjangkau.

Kemitraan ini menemukan adanya ketimpangan akses listrik, yakni lebih dari 12 juta penduduk Indonesia belum mendapatkan akses listrik karena terkendala oleh faktor geografis. Hal ini menyebabkan penyediaan dan pemerataan akses ketenagalistrikan tidak masuk dalam skala keekonomian. Ketiadaan akses pada energi bersih untuk memasak juga memiliki dampak pada kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa akses pada energi bersih dapat berkontribusi pada perbaikan kualitas kesehatan perempuan dan keluarganya, serta mengurangi biaya penggunaan minyak tanah dan mengurangi waktu untuk mencari kayu bakar.

SP-Energy juga menemukan ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil, dipengaruhi oleh adanya subsidi pada energi fosil. Kemitraan ini menyadari bahwa walaupun di satu sisi subsidi energi menjamin akses energi yang terjangkau, namun di lain pihak menciptakan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, potensi pemborosan dalam penggunaan energi, serta distorsi pasar bahan bakar, dalam kasus BBM atau LPG.

SP-Energy juga menyadari bahwa Indonesia harus melakukan transisi menuju sistem ekonomi rendah karbon, untuk memenuhi komitmen internasional yang telah diberikan dalam bentuk Nationally Determined Contribution (NDC).

Untuk mengatasi hal-hal tersebut, Strategic Partnership for Green and Inclusive Energy menekankan:

previous arrow
next arrow
Slider